TIFFANEWS.CO.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi melakukan kunjungan kerja ke Papua Selatan untuk meninjau langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (31/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau posko penanganan karhutla serta melihat langsung mekanisme Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian bahan NaCl (natrium klorida) dan dry ice atau es kering yang dilaksanakan oleh tim BMKG BNPB. Penyemaian tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pembentukan hujan untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., mengatakan perkembangan penanganan karhutla dan kondisi asap di Papua Selatan saat ini telah menunjukkan perbaikan.
Hal tersebut terlihat dari pemaparan BMKG mengenai perkembangan kondisi di lapangan. Meski demikian, menurut Lucky, upaya penanganan tidak hanya bergantung pada modifikasi cuaca, tetapi juga harus didukung pemadaman secara langsung terhadap sumber api.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa penanganan karhutla maupun asap di Papua Selatan ini sudah berangsur membaik. Kita menyaksikan tadi pada saat pemaparan dari teman-teman BMKG, progresnya sudah menunjukkan hal yang baik,” ungkap Lucky saat bertemu awak media di Base Ops Lanud J.A. Dimara Merauke, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BIN hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dalam mendukung pemadaman di kawasan hutan, Lucky mengungkapkan terdapat tiga unit water tank yang berhasil masuk menuju titik api untuk membantu personel melakukan pemadaman secara langsung.
Menurutnya, keberadaan personel di lapangan tetap menjadi bagian penting karena sumber api harus ditangani secara langsung, sementara upaya modifikasi cuaca menjadi salah satu dukungan dalam penanganan karhutla.
Selain pemadaman, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan.
Lucky pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI, Polri, BNPB, BMKG, BIN, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja mencari serta memadamkan titik-titik api tanpa mengenal hari libur. (Djo)




