TIFFANEWS.CO.ID – Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University menyerahkan sebanyak 45 kit flytraktan kepada peternak di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya membantu mengendalikan keberadaan lalat di lingkungan kandang ternak.
Setiap peternak menerima satu kit untuk digunakan secara langsung di kandang masing-masing. Penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari pengenalan dan demonstrasi penggunaan flytraktan yang sebelumnya dilakukan oleh Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University.
Kegiatan tersebut dilaksanakan seusai Focus Group Discussion (FGD) bertema “Manajemen Sistem Peternakan Skala Industri dan Pengembangan Pertanian Terintegrasi Berkelanjutan”.
Demonstrasi ke Penerapan Langsung
Penyerahan 45 kit flytraktan memberikan kesempatan kepada peternak untuk menerapkan metode pengendalian lalat secara langsung. Sebelumnya, Tim 17 telah memperkenalkan cara pembuatan dan penggunaan perangkap berbasis atraktan tersebut.
Melalui penerapan di kandang masing-masing, peternak dapat mengamati jumlah lalat yang tertangkap, kondisi perangkap, serta penempatan alat sesuai lingkungan peternakan.
“Setelah sebelumnya kami memperkenalkan cara pembuatan flytraktan, kali ini kami menyerahkan kit agar peternak bisa langsung menggunakannya di kandang. Harapannya, peternak dapat mengamati hasil penggunaannya dan memahami bagaimana metode ini dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan,” ujar perwakilan Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University.
Selain membantu penerapan metode pengendalian lalat, pemberian kit ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian peternak. Bahan pembuatan flytraktan yang relatif mudah diperoleh diharapkan memungkinkan peternak membuat kembali larutan atraktan secara mandiri apabila dibutuhkan.
Salah satu peternak penerima kit menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk mencoba langsung penggunaan perangkap di lingkungan kandang.
“Selama ini lalat memang sering ada di sekitar kandang. Dengan adanya alat ini, kami bisa mencoba langsung dan melihat hasilnya. Kalau bahan-bahannya mudah diperoleh, tentu akan lebih mudah untuk digunakan kembali,” ungkapnya.

Sanitasi Kandang Tetap Menjadi Prioritas
Penggunaan flytraktan perlu disertai dengan pengelolaan lingkungan kandang yang baik. Kebersihan kandang, pengelolaan kotoran ternak, serta penanganan sisa pakan dan limbah organik menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan keberadaan lalat.
Ahli Pertama Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, drh. Moh. Adis Mawaddah P. Saramba, menjelaskan bahwa pengendalian vektor merupakan salah satu bagian dari manajemen kesehatan ternak.
“Pengendalian vektor merupakan bagian dari manajemen kesehatan ternak. Kita tidak hanya melihat ternaknya ketika sakit, tetapi juga perlu memperhatikan lingkungan kandang, termasuk keberadaan lalat dan faktor lain yang dapat mengganggu kesehatan ternak,” jelas drh. Adis.
Menurutnya, penggunaan perangkap dapat menjadi salah satu upaya pengendalian lalat, tetapi tidak dapat menggantikan pentingnya sanitasi kandang.
“Penggunaan perangkap seperti flytraktan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu mengendalikan lalat. Namun, pengendalian tidak cukup hanya dengan memasang perangkap. Sanitasi kandang dan pengelolaan kotoran serta limbah juga harus tetap dilakukan,” lanjutnya.
Karena itu, peternak perlu membiasakan pembersihan kotoran secara berkala, menghindari penumpukan sisa pakan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar kandang.

Mendorong Peternakan yang Lebih Tertata
Melalui penyerahan 45 kit flytraktan, Tim 17 Ekspedisi Patriot IPB University berharap pengetahuan yang telah diperkenalkan dapat berlanjut menjadi praktik pemeliharaan ternak sehari-hari.
Peternak diharapkan tidak hanya memanfaatkan perangkap yang diberikan, tetapi juga mampu memahami cara penggunaan dan menyiapkan kembali bahan atraktan secara mandiri.
Penggunaan flytraktan yang dipadukan dengan sanitasi kandang dan pengelolaan limbah diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan peternakan di Distrik Semangga. (*)




