TIFFANEWS.CO.ID – Ketua Adat Mayo Kampung Urumb, Yosua Mowir Mahuze, meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian untuk menambah unit jonder guna mendukung pengolahan lahan pertanian masyarakat di Kampung Urumb, Senin (25/05/2026).
Permintaan tersebut disampaikan karena jumlah jonder yang tersedia saat ini dinilai belum mampu mengakomodir luas lahan masyarakat yang cukup besar.
Kepada TIFFA NEWS, Yosua mengatakan, dari total sekitar 200 hektare lahan yang direncanakan untuk dibuka, hingga kini baru sekitar 100 hektare yang berhasil dikerjakan.
Menurutnya, proses pembukaan lahan terhenti setelah alat berat yang digunakan untuk penggusuran ditarik kembali karena masa kontrak kerja telah selesai.
“Kami merasa belum puas karena pekerjaan ini belum selesai sepenuhnya. Kenapa mereka tidak bertanggung jawab penuh sampai tuntas, padahal program ini sudah didanai oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap masyarakat pada dasarnya memiliki sekitar dua hektare lahan yang perlu diolah untuk kegiatan pertanian. Namun, jumlah jonder yang saat ini digunakan dinilai belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat karena luas lahan yang harus dikerjakan cukup besar.
“Dengan lahan yang begitu luas dan jumlah masyarakat yang banyak, kami masih membutuhkan tambahan jonder agar pekerjaan pengolahan lahan bisa berjalan maksimal,” katanya.
Yosua menambahkan, program pembukaan lahan tersebut juga melibatkan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam pelaksanaannya, masyarakat dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 15 orang.
Meski demikian, ia menilai pembagian kelompok tersebut belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan karena luas lahan yang harus diolah masih jauh lebih besar dibanding kemampuan alat yang tersedia.
“Kami berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat kembali melanjutkan pekerjaan pembukaan lahan sampai selesai, sekaligus menambah jonder agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tutupnya. (Djo)




