TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Papua Selatan Diperkirakan Miliki 4.606 Kasus TBC pada 2026, Perilaku Hidup Jadi Faktor Penyebab
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Papua Selatan Diperkirakan Miliki 4.606 Kasus TBC pada 2026, Perilaku Hidup Jadi Faktor Penyebab
BERITAPPS

Papua Selatan Diperkirakan Miliki 4.606 Kasus TBC pada 2026, Perilaku Hidup Jadi Faktor Penyebab

Last updated: 15/07/2026 - 14:12
By Tiffa News
Share
Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) dan Kebijakan Nasional Tingkat Provinsi yang diselenggarakan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Papua Selatan.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Provinsi Papua Selatan. Pada 2026, jumlah estimasi kasus TBC di provinsi ini mencapai 4.606 kasus, sehingga penguatan upaya pencegahan, penemuan kasus, dan pengobatan terus menjadi perhatian pemerintah.

Data tersebut disampaikan dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) dan Kebijakan Nasional Tingkat Provinsi yang diselenggarakan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Papua Selatan di Hotel Halogen Merauke, Selasa (14/7/2026).

Workshop tersebut merupakan tindak lanjut penugasan dari Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri kepada ADINKES untuk memperkuat penanggulangan tiga penyakit prioritas, yakni HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Mewakili Gubernur Papua Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nelson Sasarari, mengatakan tingginya angka kasus TBC, HIV/AIDS, dan malaria menunjukkan bahwa upaya pengendalian penyakit harus dilakukan secara lebih sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Trending Now:  Kapolres Dogiyai Beri Himbauan Kamtibmas Terkait Hoax yang Beredar di Masyarakat

Menurutnya, evaluasi terhadap seluruh program yang telah berjalan perlu terus dilakukan agar target eliminasi penyakit prioritas nasional pada 2030 dapat tercapai.

“Angka AIDS, malaria maupun TBC di Papua Selatan masih memprihatinkan. Jika tahun depan masih tetap tinggi maka perlu ditinjau kembali. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku hidup masyarakat,” kata Nelson.

Ia menegaskan, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu langkah penting dalam menekan penyebaran TBC. Di samping itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menurunkan angka penularan di Papua Selatan.

Nelson juga mengingatkan agar seluruh program kesehatan tetap memprioritaskan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Papua Selatan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, agar upaya pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Trending Now:  KH. Anwar Zahid di Papua Selatan : Menjaga Persatuan dengan Memahami Kekuatan Perbedaan

Melalui workshop ini, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengintegrasikan program penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan malaria, sehingga target eliminasi nasional pada 2030 dapat diwujudkan di Papua Selatan. (Djo)

You Might Also Like

Menko Pangan Serap Aspirasi Daerah, Percepat Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Seminar Nasional KPPS Bahas Hak Ulayat dan Masa Depan Pembangunan Papua Selatan

Persiapan Tuntas, Badan Pengurus IDAPS Dijadwalkan Dilantik Bulan Ini

Menko Pangan Ungkap Rencana Pembangunan B50 di Papua Selatan

Tiffa News 15/07/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Persiapan Tuntas, Badan Pengurus IDAPS Dijadwalkan Dilantik Bulan Ini
Next Article Seminar Nasional KPPS Bahas Hak Ulayat dan Masa Depan Pembangunan Papua Selatan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAEKONOMI

Berawal dari Bantuan Pemerintah, Peternak OAP di Kampung Urumb Kini Produksi 200 Butir Telur per Hari

By Tiffa News 6 days ago
Salurkan Sembako kepada Masyarakat, Ketua Marga Gebze Kampung Urumb Jelaskan Makna PSN
Kanwil KemenHAM Papua Barat Minta Dua Perda Kesehatan dan Masyarakat Adat Direvisi
Menko Pangan Ungkap Rencana Pembangunan B50 di Papua Selatan
Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?