TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Densus 88 Dorong Eks Napiter di Merauke Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Densus 88 Dorong Eks Napiter di Merauke Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat
BERITAKAMTIBMAS

Densus 88 Dorong Eks Napiter di Merauke Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat

Last updated: 17/08/2026 - 12:00
By Tiffa News
Share
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus melakukan pendampingan terhadap mantan narapidana terorisme (eks napiter) di Papua Selatan.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus melakukan pendampingan terhadap mantan narapidana terorisme (eks napiter) di Papua Selatan sebagai bagian dari upaya reintegrasi dan deradikalisasi.

Hal tersebut disampaikan Kasatgaswil Papua Densus 88 AT Polri, Kombes Pol I Putu Gede Surya Putra Mustika S.I.K., M.I.K saat menjelaskan keterlibatan mitra deradikalisasi dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Putu, Densus 88 memiliki program Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) yang salah satunya ditujukan untuk mendampingi para mitra deradikalisasi agar dapat kembali berintegrasi secara utuh dengan masyarakat.

“Kami mendampingi beliau-beliau untuk dapat berintegrasi secara utuh dengan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Selatan,” ujar Putu.

Ia menjelaskan, para mitra yang didampingi merupakan eks narapidana terorisme yang telah kembali menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kini bersama-sama membangun kehidupan di Papua Selatan.

Putu mengatakan, proses pembinaan dilakukan dengan prinsip memanusiakan manusia. Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada perbuatan masa lalu, karena proses hukum telah dijalani, tetapi juga memastikan mereka tetap mendapatkan hak dan mampu menjalankan kewajibannya sebagai warga negara.

“Yang kita berikan penanganan adalah tidak hanya perbuatannya, karena perbuatannya sudah mereka tebus melalui sistem hukum. Namun, kedudukan mereka sebagai warga negara, sebagai manusia, itu yang harus kita yakinkan bahwa mereka mendapatkan hak serta bisa menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik,” katanya.

Trending Now:  Andi Arief Sebut Utusan Jokowi Temui Lukas Enembe Sebelum Jadi Tersangka

Menurut Putu, salah satu faktor yang dapat membuat seseorang rentan terhadap paham radikalisme adalah kesulitan beradaptasi dengan dinamika kehidupan masyarakat, termasuk keterbatasan ekonomi dan sumber daya.

Karena itu, negara dinilai perlu hadir agar kelompok yang pernah terpapar tidak kembali merasa termarginalisasi.

“Misalnya karena keterbatasan ekonomi, keterbatasan sumber daya. Nah, tugas negaralah hadir untuk meyakinkan bahwa mereka tidak termarginalisasi. Dengan cara apa? Dengan cara memanusiakan manusia,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mitra deradikalisasi Densus 88, Sigit Pramono, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya merasa antusias ketika mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Sigit, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

“Kami sebagai warga mitra deradikalisasi Densus 88 Antiteror Polri tadi ikut serta secara proaktif dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Sigit.

Ia mengaku suasana upacara membuat dirinya dan rekan-rekannya kembali mengingat pentingnya kecintaan terhadap tanah air.

Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila, Sigit mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya ikut bersuara lantang.

“Ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila, kami justru menjadi salah satu yang paling lantang menyuarakannya,” ujarnya.

Selain mendapatkan pendampingan, Sigit mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya memiliki keinginan untuk membangun lembaga pendidikan di Papua Selatan.

Trending Now:  Dandim 1703/Deiyai Hadiri Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional di Paniai

Menurutnya, mereka tidak hanya ingin memikirkan kebutuhan pribadi, tetapi juga ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pendidikan.

“Teman-teman lebih ingin membangun sekolah atau lembaga pendidikan daripada bertani. Kami tidak hanya ingin memikirkan kebutuhan diri sendiri, tetapi juga ingin ikut membangun negeri ini dengan melahirkan generasi-generasi yang cerdas,” katanya.

Ia berharap cita-cita tersebut dapat direalisasikan. Menurutnya, yayasan telah terbentuk dan lahan juga telah tersedia. Namun, masih diperlukan pendampingan terutama dalam proses perizinan.

Terkait situasi keamanan di Merauke, Putu menyebut kondisi saat ini relatif kondusif. Ia mengatakan, setelah penegakan hukum yang dilakukan pada 2021, pihaknya tidak kembali mengidentifikasi adanya sisa jaringan intoleransi, radikalisme, ekstremisme maupun terorisme di Merauke.

“Alhamdulillah, puji Tuhan untuk Merauke saat ini. Beliau-beliau ini rata-rata dulu tinggal di Merauke. Kita lakukan upaya penegakan hukum di tahun 2021 dan sampai hari ini tidak ada lagi teridentifikasi sisa-sisa jaringan, baik jaringan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, apalagi terorisme,” jelasnya.

Meski demikian, Putu mengingatkan adanya potensi ancaman baru yang perlu diwaspadai, terutama paparan paham kekerasan terhadap anak melalui media sosial, gawai, dan permainan daring.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak selalu berkaitan dengan ideologi tertentu, tetapi dapat berkembang menjadi perilaku kekerasan akibat interaksi dan paparan konten di ruang digital.

“Ini harus kita waspadai karena di Papua juga kami menangani hal tersebut. Sama seperti di beberapa tempat lainnya dan kasus-kasusnya sudah banyak terjadi,” katanya.

Trending Now:  Kongres III Icakap di Merauke Bahas Partisipasi Awam Katolik

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, khususnya orang tua dan masyarakat, untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Putu menyebut saat ini terdapat 11 eks napiter yang mendapatkan pendampingan di Merauke. Selain itu, terdapat satu orang di Jayapura dan satu orang lainnya masih berstatus narapidana dan sedang menjalani hukuman di Jakarta.

Ia mengajak masyarakat Papua Selatan untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian dengan memperkuat toleransi antarumat beragama dan antarsuku.

“Mari kita sama-sama menjaga agar Papua Selatan khususnya dapat mewujudkan menjadi daerah yang aman dan damai, dengan saling menjaga toleransi antarumat beragama, antarsuku, kemudian juga menolak radikalisme,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak agar tidak terpapar paham kekerasan yang dapat mereka temui melalui media sosial.

Sementara itu, Sigit menegaskan bahwa komitmen terhadap NKRI tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan sehari-hari.

“Kalau saya meyakinkan orang hanya dengan ucapan, mungkin orang tidak akan percaya 100 persen. Tetapi kami ingin membuktikannya melalui perbuatan. Kami taat hukum, taat aturan, tidak melanggar aturan, tidak melakukan korupsi dan tidak membohongi masyarakat,” ujarnya.

“Jadi, NKRI bukan hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui perbuatan dan tindakan,” tegasnya. (JW)

You Might Also Like

Resepsi Kenegaraan, Gubernur Papua Selatan Ajak Warga Doakan Korban Gempa NTT

Kejari Merauke Bidik Banyak Pihak dalam Kasus Revitalisasi Unmus, Calon Tersangka Bisa 10 Orang

Gubernur Papua Selatan Apresiasi Panitia dan Paskibraka HUT ke-81 RI

Bupati Merauke: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata

Tiffa News 17/08/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Sambut HUT RI ke-81 di Urumb, Ketua Marga Gebze Ajak Warga Jaga Persatuan
Next Article STISIPOL Yaleka Maro Gelar Apel Kebangsaan HUT RI ke-81, Ajak Mahasiswa Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Komisi II Soroti PR Besar Papua Selatan: Batas Wilayah, ASN hingga Fiskal

By Tiffa News 6 days ago
Empat Bulan Berdiri, 97 Siswa Jadi Awal Mimpi Besar SMA Kartika Merauke
Merauke Raih Opini WTP Ke-11 Berturut-turut, Pemkab Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025
Warga 11 Kelurahan Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Lomba Panahan di Merauke
Ketua Marga Mahuze Ajak Warga Kampung Waan Dukung Pembangunan dan Jaga Kamtibmas Jelang HUT RI

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?