TIFFANEWS.CO.ID – PT Agrinas Palma Nusantara (APN) berkomitmen tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut disampaikan District Manager Agrinas Palma Nusantara, Mahmud Junaedi, saat ditemui Tiffa News di SD Negeri Miri, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Kamis (29/10/2026). Wawancara berlangsung di sela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, dan pembagian seragam sekolah kepada siswa-siswi SD Negeri Miri yang dilaksanakan APN berkolaborasi dengan Cendekiawan Perempuan Papua (CPP).
Mahmud menjelaskan, salah satu program pemberdayaan yang mulai dijalankan pada 2026 adalah program pendidikan vokasi perkebunan bagi 35 siswa dari masyarakat lokal. Para peserta berasal dari Kampung Angge, Miri, Getentiri, dan sejumlah kampung di sekitarnya.
“Jadi, kita tidak hanya profit oriented. Di samping itu, kita juga mengembangkan masyarakat di sekitar atau masyarakat tempatan agar memiliki pemberdayaan. Salah satu programnya adalah menyekolahkan warga-warga tempatan untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi,” ujar Mahmud.
Ia menerangkan, program vokasi tersebut dirancang selama tiga tahun dengan tahapan pendidikan dan praktik kerja. Pada tahun pertama, peserta akan menjalani pendidikan di LPP (lembaga pendidikan), kemudian melanjutkan pendidikan pada tahun kedua di ITM Medan. Selanjutnya, pada tahun ketiga, peserta akan mengikuti program magang atau on-the-job training.
Dalam tahap magang, para peserta akan ditempatkan di perkebunan Agrinas Palma Nusantara yang berada di Sumatera, Kalimantan, maupun Papua. Melalui tahapan tersebut, mereka diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan teknis, serta pengalaman langsung dalam pengelolaan perkebunan.

Mahmud mengatakan, program ini tidak sekadar bertujuan mencetak tenaga kerja, tetapi juga mempersiapkan putra-putri daerah agar mampu menduduki posisi strategis dalam pengelolaan perkebunan di wilayahnya sendiri. Setelah menyelesaikan program vokasi, para peserta diharapkan kembali ke daerah asal dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kita harapkan setelah lulus dalam program vokasi tiga tahun ini, mereka akan kembali ke daerah masing-masing untuk menjadi pemimpin-pemimpin kebun. Mulai dari asisten kebun, bahkan bisa menjadi manajer. Kita juga berharap mereka dapat menjadi pemimpin region atau bahkan berada pada level direktur di Papua Selatan,” jelasnya.
Menurut Mahmud, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan perkebunan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari perkembangan usaha dan luasnya perkebunan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan taraf hidup mereka.
Selain program pendidikan vokasi, APN berkolaborasi dengan Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat. Melalui kegiatan di SD Negeri Miri, kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, serta pemberian seragam sekolah kepada para siswa.
Mahmud berharap, kolaborasi APN dan CPP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat hubungan antara perusahaan dan warga di sekitar wilayah operasionalnya. Ia juga berharap masyarakat dapat menerima keberadaan perusahaan secara positif, seiring dengan kontribusi yang diberikan melalui program pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita harapkan masyarakat menerima keberadaan Agrinas dengan baik dan kita juga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi warga sekitar,” tutup Mahmud.
(Djo)




