TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan resmi menggandeng Perum Damri dalam penyediaan layanan transportasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan setempat. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Senin (20/4/2026).
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan bahwa Perum Damri akan menyediakan lima unit bus untuk mendukung mobilitas ASN menuju kawasan pusat pemerintahan di Salor. Armada tersebut akan melayani perjalanan ke Kantor Gubernur, DPR Papua Selatan, serta kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Satu unit bus berkapasitas 20 orang. Nanti pengaturannya dilakukan secara teknis agar memenuhi rasa keadilan bagi seluruh ASN,” ujar Apolo.

Ia menjelaskan, dari total lima unit bus, tiga unit akan melayani ASN yang berkantor di OPD, sementara dua unit lainnya diperuntukkan bagi ASN yang menuju Kantor Gubernur. Titik keberangkatan dipusatkan di Hotel Asmat, dengan jadwal berangkat pukul 06.30 WIT menuju Salor.
Adapun perjalanan kembali dari pusat pemerintahan Salor ke Merauke dijadwalkan pada pukul 16.15 WIT. Untuk operasional, termasuk perawatan dan pemeliharaan armada, akan dibiayai oleh Dinas Perhubungan Papua Selatan.
“Kami berharap ke depan ada penambahan armada agar lebih banyak ASN bisa terlayani,” tambahnya.

Apolo menilai kehadiran layanan transportasi ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja ASN, terutama dari sisi ketepatan waktu, kehadiran, dan produktivitas kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Papua Selatan, Michael Rooney Gomar, menyebutkan bahwa total kapasitas layanan mencapai 100 ASN, dengan asumsi satu bus menampung 20 orang termasuk sopir dan kondektur.
“Dua unit melayani trayek Hotel Asmat ke Kantor Gubernur dan DPR Papua Selatan, sementara tiga unit lainnya ke kantor-kantor OPD,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan bus ini beroperasi selama empat hari kerja, yakni Senin hingga Kamis. ASN diimbau untuk mematuhi jadwal keberangkatan karena keterbatasan kapasitas.
“Bagi ASN yang terlambat tidak akan dilayani. Kami harap semua bisa disiplin waktu dan menjaga keselamatan selama perjalanan,” tegasnya. (***)




