TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: 225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Asmat Tertinggi
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > 225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Asmat Tertinggi
BERITAPPS

225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Asmat Tertinggi

Last updated: 24/06/2026 - 10:32
By Tiffa News
Share
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Sebanyak 225 warga Papua Selatan rata-rata terdiagnosis malaria setiap hari. Dari seluruh kabupaten di wilayah tersebut, Kabupaten Asmat masih menjadi penyumbang kasus malaria tertinggi.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar, MARS, mengatakan tingginya angka kasus malaria masih menjadi tantangan besar dalam upaya percepatan eliminasi penyakit tersebut di Papua Selatan.

Saat ditemui Tiffa News di lobi Hotel Swiss-Belhotel Merauke usai kegiatan pertemuan lintas sektor penanganan malaria, Selasa (23/6/2026), dr. Herlina menjelaskan bahwa kasus malaria harian yang tercatat berasal dari seluruh kabupaten di Papua Selatan, dengan kontribusi terbesar berasal dari Kabupaten Asmat.

“Kalau melihat peta sebaran kasus malaria saat ini, daerah yang masih merah adalah Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Jadi sumbangan kasus harian itu masih banyak berasal dari wilayah-wilayah tersebut, terutama Asmat,” ujarnya.

Trending Now:  Jaringan Internet di Merauke Hilang Lagi, "Sebenarnya Ada Apa?"

Menurutnya, tingginya angka malaria dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya populasi nyamuk Anopheles sebagai vektor penular, perilaku masyarakat, hingga kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Ia menuturkan masih banyak warga yang beraktivitas di hutan selama berhari-hari tanpa perlindungan yang memadai, seperti penggunaan kelambu saat beristirahat pada malam hari. Selain itu, sebagian penderita juga belum memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala malaria atau tidak mengonsumsi obat hingga tuntas.

Untuk menekan angka kasus, Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus menjalankan strategi Temukan, Obati, dan Kendalikan (Token). Program tersebut dilakukan melalui skrining massal, pemeriksaan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan mikroskopis di fasilitas kesehatan, pembagian kelambu berinsektisida, serta penguatan peran kader malaria di kampung-kampung.

“Penderita juga harus dipastikan mendapatkan pengobatan sampai tuntas agar rantai penularan malaria di masyarakat dapat diputus dan risiko resistensi obat dapat dicegah,” kata dr. Herlina.

Trending Now:  Apolo Safanpo - Paskalis Imadawa Menang Telak dengan 51,65% Suara dalam Pilgub Papua Selatan 2024

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian lingkungan, peningkatan sanitasi, serta edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas maupun beristirahat di daerah endemis malaria.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan angka kasus malaria secara bertahap sekaligus mendukung target eliminasi malaria di Papua Selatan dalam beberapa tahun mendatang.

(Djo)

You Might Also Like

Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak

Malaria Masih Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Balita di Papua Selatan

Frits Tobo Wakasu Klarifikasi Polemik Video yang Beredar di Media Sosial

MRP Papua Selatan Dorong Perdasus OAP untuk Perkuat Proteksi Hak Orang Asli

Tiffa News 24/06/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Malaria Masih Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Balita di Papua Selatan
Next Article Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITA

Retribusi Sampah Merauke Tembus Rp1,5 Miliar, DLH Optimistis Target PAD Rp2,3 Miliar Tercapai

By Tiffa News 6 days ago
Pemprov Papua Selatan Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI
DLH Merauke Permudah Layanan Berlangganan Sampah, Warga Kini Bisa Daftar di Kelurahan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tiba di Kabupaten Asmat
Papua Selatan Raih Penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?