TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Papua Selatan Kelola Rp26,8 Miliar Dana RBP REDD+ untuk Hutan dan Masyarakat
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Papua Selatan Kelola Rp26,8 Miliar Dana RBP REDD+ untuk Hutan dan Masyarakat
BERITAPPS

Papua Selatan Kelola Rp26,8 Miliar Dana RBP REDD+ untuk Hutan dan Masyarakat

Last updated: 20/08/2026 - 14:45
By Tiffa News
Share
Program RBP REDD+ GCF Papua Selatan resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, dalam kegiatan kick-off program yang berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengelola dukungan pendanaan sebesar Rp26,8 miliar melalui program Result-Based Payment (RBP) REDD+ dari Green Climate Fund (GCF) untuk memperkuat perlindungan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi ekosistem, pengendalian kebakaran hutan, serta pengembangan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat adat.

Program RBP REDD+ GCF Papua Selatan resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, dalam kegiatan kick-off program yang berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke, Kamis (20/8/2026).

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan, Joko Tri Haryanto, mengatakan pendanaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja Indonesia dalam menekan emisi sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Indonesia sebelumnya memperoleh pendanaan sebesar 103,8 juta dolar AS dari GCF berdasarkan capaian penurunan emisi pada periode 2014–2016 sebesar 20,25 juta ton CO2, termasuk manfaat non-karbon.

Joko menilai hadirnya dana RBP REDD+ menjadi bukti bahwa upaya menjaga hutan mulai memberikan manfaat yang dapat dirasakan hingga ke tingkat daerah dan masyarakat.

Trending Now:  Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas

“Kalau dulu isu tentang karbon itu hanya berputar-putar, tidak pernah ada wujudnya dan masyarakat di daerah tidak pernah merasakan dampaknya, sekarang sudah mulai ada wujudnya,” kata Joko.

Menurutnya, nilai Rp26,8 miliar memang belum sebanding dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan dan kehutanan di Papua Selatan. Namun, dana tersebut harus dipandang sebagai langkah awal untuk membangun sistem dan fondasi pengelolaan lingkungan yang lebih kuat serta membuka peluang investasi berkelanjutan.

Program tersebut akan mendukung kebijakan FOLU Net Sink 2030, rehabilitasi 100 hektare lahan, pencegahan kebakaran hutan berbasis masyarakat, pengembangan ekonomi melalui akses perhutanan sosial, pembaruan rumah produksi, hingga pemetaan wilayah berbasis masyarakat untuk memperkuat perlindungan hak masyarakat adat.

Penyaluran dana dilakukan melalui skema tidak langsung dengan WWF Indonesia sebagai lembaga perantara yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan telah mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Joko menegaskan pelaksanaan program harus mengedepankan transparansi, monitoring, tata kelola, mitigasi risiko, serta kepatuhan terhadap prinsip lingkungan dan sosial.

“Safeguard, mekanisme pengaduan, keluhan, serta pengarusutamaan gender merupakan prinsip yang wajib dilakukan dalam seluruh pelaksanaan program,” ujarnya.

Trending Now:  Apolo Safanpo Hadiri Naval Base Open Day di Mako Koarmada RI

Direktur Hutan dan Alam Liar WWF Indonesia, Muhammad Ali Imron, mengatakan program senilai Rp26,8 miliar tersebut akan berlangsung selama tiga tahun atau 36 bulan melalui kolaborasi WWF Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Menurutnya, program tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan, tetapi diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Program mencakup penguatan kebijakan dan kelembagaan, aksi mitigasi serta adaptasi perubahan iklim, rehabilitasi dan restorasi ekosistem, perlindungan hutan, serta penguatan hak masyarakat adat.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari ketuntasannya kegiatan, tetapi dari perubahan nyata yang dihasilkan,” kata Ali Imron.

Perubahan yang diharapkan meliputi semakin terjaganya ekosistem, meningkatnya kapasitas pemerintah dan masyarakat, semakin kuatnya perlindungan terhadap hak masyarakat adat, serta terbukanya sumber mata pencaharian yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Selatan, Jujuk Rianto, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, BPDLH, WWF Indonesia dan seluruh pihak yang telah mendukung persiapan program tersebut.

Menurut Jujuk, persiapan implementasi program telah dilakukan bersama WWF Indonesia selama lebih dari satu tahun, termasuk melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Trending Now:  Pj Gubernur Apolo Safanpo Audiensi dengan Menkes Bahas Percepatan Pembangunan Kesehatan di Papua Selatan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menekankan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat adat serta terjaminnya perlindungan terhadap hak-hak mereka.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada WWF, Kementerian Lingkungan Hidup dan seluruh OPD yang telah bersama-sama sejak tahap perencanaan hingga implementasi program,” kata Ferdinandus.

Ia mengatakan kolaborasi yang telah dibangun menjadi modal penting bagi Papua Selatan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan kehutanan secara berkelanjutan.

Ferdinandus mengajak seluruh pihak menjaga sinergi dan komitmen agar dana tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan hutan dan lingkungan di Papua Selatan.

Program RBP REDD+ GCF Papua Selatan resmi dibuka sebagai bagian dari langkah bersama memperkuat pembangunan rendah emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di wilayah tersebut. (JW)

You Might Also Like

Semarak HUT RI ke-81, Pertamina Gelar Tebus Murah Sembako

Kasus Kematian Julia Risky di Merauke, Ayah Korban Ditetapkan Tersangka

Sekolah Rakyat dan Jalan Desa Jadi Perhatian Gubernur Apolo di Kampung Koa

Gubernur Apolo Disambut Meriah di Kampung Koa, Terima Aspirasi Lima Kampung

Tiffa News 20/08/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Semarak HUT RI ke-81, Pertamina Gelar Tebus Murah Sembako
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITA

Empat Bulan Berdiri, 97 Siswa Jadi Awal Mimpi Besar SMA Kartika Merauke

By Tiffa News 5 days ago
Densus 88 Dorong Eks Napiter di Merauke Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat
Gubernur Papua Selatan Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama
HUT ke-81 RI, Ketua Pemuda Katolik Merauke Dorong Investasi SDM Menuju Indonesia Emas
Masyarakat Adat Muting Dukung PSN, Minta Pemerintah Responsif terhadap Hak Masyarakat

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?