TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Mencegah Terbentuknya Slum OAP di Kota-Kota Papua
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > OPINI > Mencegah Terbentuknya Slum OAP di Kota-Kota Papua
OPINI

Mencegah Terbentuknya Slum OAP di Kota-Kota Papua

Last updated: 29/06/2026 - 12:05
By Tiffa News
Share
Agus Sumule.
SHARE

Oleh : Agus Sumule (Universitas Papua)

Kita sering berbicara tentang pembangunan Papua. Kita membangun jalan, jembatan, kantor pemerintahan, pasar, pelabuhan, dan berbagai fasilitas lainnya. Namun ada satu persoalan yang jarang kita bicarakan secara serius, padahal dampaknya dapat menentukan wajah kota-kota Papua beberapa puluh tahun ke depan.

Persoalan itu adalah kemungkinan terbentuknya kawasan-kawasan permukiman kumuh (slum) yang dihuni terutama oleh Orang Asli Papua (OAP).

Banyak orang mengira kawasan kumuh muncul begitu saja. Padahal hampir di semua negara, kawasan seperti itu tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh perlahan-lahan. Pada awalnya hanya beberapa keluarga miskin yang tinggal di rumah sederhana. Kemudian jumlah anggota keluarga bertambah, rumah tidak lagi mampu menampung mereka, pekerjaan tidak berkembang, harga tanah terus naik, sementara kesempatan membeli rumah semakin jauh dari jangkauan. Sedikit demi sedikit terbentuklah kantong-kantong kemiskinan yang akhirnya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Inilah yang pernah terjadi di berbagai kota di dunia. Pemerintah terlambat bertindak. Ketika masalah akhirnya disadari, biaya memperbaikinya sudah sangat besar dan hasilnya pun sering tidak memuaskan.

Trending Now:  Dari Kariango ke Lebanon, Menghijaukan Karebosi bersama Alm Doni Monardo

Papua masih mempunyai kesempatan untuk mencegah proses itu.

Kota-kota seperti Jayapura, Sorong, Manokwari, Timika, Nabire, Merauke, Biak, Wamena, Fakfak, dan kota-kota lainnya berkembang dengan cepat. Nilai tanah terus meningkat. Perumahan formal semakin mahal. Sementara itu, tidak sedikit keluarga OAP hidup dari pekerjaan sektor informal: menjual pinang, menjadi buruh harian, nelayan, pengemudi ojek, pedagang kecil, atau pekerjaan lain yang penghasilannya tidak tetap.

Bukan karena mereka malas, tetapi karena struktur ekonomi kota berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan sebagian masyarakat untuk mengikutinya.

Jika keadaan ini dibiarkan berlangsung puluhan tahun, maka kita berisiko melihat munculnya kantong-kantong kemiskinan permanen di tengah kota. Rumah menjadi semakin padat. Sanitasi memburuk. Anak-anak kehilangan ruang belajar. Konflik sosial lebih mudah muncul. Kesempatan keluar dari kemiskinan menjadi semakin kecil.

Yang perlu kita cegah bukan hanya rumah yang jelek. Yang harus dicegah adalah lahirnya kemiskinan yang diwariskan.

Trending Now:  Sisi Lain Persyaratan Pj Gubernur Papua Harus Orang Asli Papua

Karena itu, kebijakan perumahan seharusnya dipandang sebagai investasi sosial, bukan sekadar proyek pembangunan fisik.

Pemerintah perlu mulai menyediakan tanah di dalam kota, membangun infrastruktur terlebih dahulu, lalu membantu keluarga-keluarga OAP memiliki rumah sederhana melalui cicilan yang sesuai dengan pola penghasilan harian mereka. Rumah tidak perlu diberikan gratis. Justru lebih baik dimiliki melalui hasil kerja sendiri sehingga tumbuh rasa memiliki, tanggung jawab, dan harga diri.

Yang tidak kalah penting, perumahan seperti ini tidak boleh dibangun jauh di luar kota. Banyak keluarga OAP adalah penduduk asli kota-kota tersebut. Mereka hidup dari pasar, pelabuhan, terminal, sekolah, rumah sakit, dan berbagai aktivitas ekonomi perkotaan. Memindahkan mereka jauh dari sumber penghidupan bukanlah solusi, melainkan memindahkan kemiskinan ke tempat lain.

Mencegah terbentuknya slum jauh lebih murah daripada memperbaikinya setelah puluhan tahun. Lebih murah secara ekonomi, lebih mudah secara sosial, dan jauh lebih manusiawi.

Trending Now:  Kebijakan Birokrasi ASN Salah Sasaran, Hak Dosen Dikebiri

Kita sering mengatakan bahwa Papua adalah tanah harapan.

Harapan itu sesungguhnya dibangun bukan hanya melalui proyek-proyek besar, tetapi juga melalui rumah-rumah sederhana yang bisa dikembangkan oleh pemiliknya sendiri, dan berada dalam suatu permukiman yang sehat.

Rumah-rumah itu berkembang melalui lingkungan yang aman bagi anak-anak. Melalui keluarga muda yang dapat memiliki rumah hasil keringat mereka sendiri. Melalui kota-kota yang memberi ruang bagi Orang Asli Papua untuk tetap hidup bermartabat di tanah leluhur mereka.

Slum bukanlah takdir. Slum adalah akibat dari keterlambatan kebijakan. Dan Papua masih mempunyai kesempatan untuk mencegahnya.

*). Beberapa waktu lalu saya membuat tulisan dengan judul “Rumah Dari Keringat Sendiri: Model Perumahan Murah bagi OAP di Kota-kota Untuk Masa Depan Yang Bermartabat”. Bapak dan Ibu yang berminat bisa menghubungi saya untuk memperoleh tulisan itu. Salam.

You Might Also Like

Politisir Legitimasi Kedaulatan Adat Papua

Adakah Proyek Strategis Nasional untuk Orang Asli Papua ?

MENJUAL LUKA, MERAMPAS PAPUA

Sisi lain: Pesta Babi, Serdadu dan Masyarakat Lokal Papua

Tiffa News 29/06/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mikha Yordan Picasouw Borong Dua Gelar Juara di MACAH Cup 2
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITA

Frits Tobo Wakasu Klarifikasi Polemik Video yang Beredar di Media Sosial

By Tiffa News 6 days ago
Papua Selatan Raih Penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026
MRP Papua Selatan Dorong Perdasus OAP untuk Perkuat Proteksi Hak Orang Asli
Malaria Masih Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Balita di Papua Selatan
Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?