TIFFANEWS.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merauke optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi persampahan tahun 2026 dapat tercapai. Hingga pertengahan tahun, realisasi pendapatan telah melampaui Rp1,5 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Dominikus Catur R.B., mengatakan target PAD retribusi sampah tahun ini ditetapkan sebesar Rp2,3 miliar, meningkat dibanding target pada tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp2,1 miliar.
“Hingga bulan Juni ini realisasi pendapatan sudah mendekati bahkan di atas Rp1,5 miliar. Kami optimistis target Rp2,3 miliar dapat tercapai,” ujarnya. Rabu. (17/06)
Menurut Dominikus, peningkatan PAD sangat bergantung pada jumlah pelanggan layanan persampahan yang aktif melakukan pembayaran retribusi.
Saat ini, DLH masih menemukan bahwa tingkat pelanggan di sejumlah kelurahan belum mencapai 70 persen dari potensi yang ada. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan jumlah pelanggan sekaligus memaksimalkan penerimaan daerah.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat melalui kantor kelurahan. Dengan cara ini, warga dapat lebih mudah mendaftar maupun melakukan pendataan sebagai pelanggan layanan pengangkutan sampah.
Dominikus menjelaskan bahwa tidak semua pelanggan melakukan pembayaran sekaligus untuk satu tahun. Sebagian warga masih membayar secara bertahap sesuai periode yang berjalan.
Karena itu, DLH bersama petugas retribusi akan terus melakukan pendataan dan penagihan kepada pelanggan yang masih memiliki kewajiban pembayaran hingga akhir tahun.
“Kami masih memiliki waktu hingga akhir tahun. Ada pelanggan yang baru membayar beberapa bulan sehingga masih ada sisa pembayaran yang akan ditagihkan oleh petugas,” jelasnya.
Untuk mendukung optimalisasi pendapatan, DLH juga telah melakukan digitalisasi data pelanggan. Setiap pelanggan kini tercatat dalam sistem yang dilengkapi nomor identitas dan titik koordinat GPS sehingga memudahkan pemantauan dan penagihan.
Dominikus berharap meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berlangganan layanan persampahan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Merauke.
“Peningkatan jumlah pelanggan akan berdampak langsung terhadap penerimaan daerah sekaligus membantu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (JW).




