TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Ketua Koperasi Sebut Kebun Plasma Tingkatkan Kesejahteraan
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Ketua Koperasi Sebut Kebun Plasma Tingkatkan Kesejahteraan
BERITAEKONOMI

Ketua Koperasi Sebut Kebun Plasma Tingkatkan Kesejahteraan

Last updated: 26/06/2026 - 15:07
By Tiffa News
Share
Ketua Koperasi Inggyash Ghuzi, Richard Nosai Koula.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Inggyash Ghuzi, Richard Nosai Koula, menyebut dimulainya pembangunan kebun kelapa sawit plasma berbasis masyarakat adat di Distrik Ulilin merupakan cita-cita yang telah diperjuangkan sejak koperasi berdiri pada 2016.

Menurut Richard, pembangunan kebun tersebut menjadi momentum penting bagi sembilan marga pemilik hak ulayat yang tergabung dalam koperasi untuk mengelola potensi ekonomi secara mandiri.

“Dari awal berdirinya koperasi, kami bercita-cita agar masyarakat adat dapat memiliki dan mengelola kebun plasma sendiri. Hari ini cita-cita itu mulai terwujud,” ujarnya saat acara adat di Kampung Selil, Distrik Ulilin, Kamis (25/6/2026).

Richard menjelaskan, dari total areal Hak Guna Usaha (HGU) seluas 4.607,2 hektare, sekitar 3.755 hektare dialokasikan sebagai kebun plasma masyarakat, sedangkan 852 hektare dipertahankan sebagai kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Kadis Perkebunan & Holtikultura, Direktur Manajer TSE GROUP, Ketua-ketua 9 Marga, Direktur PT BPL.

“Pembangunan kebun kemitraan atau plasma ini sudah lama ditunggu masyarakat. Kami bersyukur akhirnya dapat diwujudkan dan menjadi peluang peningkatan ekonomi bagi sembilan marga,” katanya.

Trending Now:  Usai Presentasi Perkembangan PPS Triwulan Pertama, Gubernur Apolo Terima Audiensi Universitas Western Michigan

Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat, pembangunan diawali dengan upacara adat yang dihadiri para ketua marga, pemerintah daerah, serta pihak pendamping. Menurut Richard, prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus penanda dimulainya pembangunan kebun secara resmi.

Untuk mendukung keberhasilan program, koperasi bekerja sama dengan PT Bangun Papua Luhur Karya (BPL) sebagai pendamping teknis yang akan membantu penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan manajemen perkebunan yang ramah lingkungan.

Richard menargetkan pembukaan dan penanaman kebun seluas 500 hektare pada tahun pertama. Pengembangan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga hingga mencapai sekitar 3.700 hektare.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Merauke. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yosef J. Rumaseu, menilai model pembangunan kebun sawit berbasis masyarakat adat yang dijalankan Koperasi Inggyash Ghuzi dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Papua Selatan. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola perkebunan sehingga masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi.

Trending Now:  Demokrasi Jatuh dari Langit?

Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Merauke menilai pola pembangunan yang dijalankan koperasi merupakan model kemandirian ekonomi masyarakat adat. Dalam skema tersebut, koperasi terlibat sejak tahap perencanaan, pembangunan hingga pengelolaan kebun, sehingga masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan usaha perkebunan. (***)

You Might Also Like

Kebun Plasma 3.700 Hektar di Ulilin Siap Dikelola Mandiri, Kim In Lae Tekankan Kerja Keras

Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Berbasis Masyarakat Adat Secara Mandiri

Guritno Sampaikan Arahan Gubernur Apolo Safanpo Perkuat Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Kesehatan Ibu-Anak

225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Asmat Tertinggi

Tiffa News 26/06/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kebun Plasma 3.700 Hektar di Ulilin Siap Dikelola Mandiri, Kim In Lae Tekankan Kerja Keras
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAPPS

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tiba di Kabupaten Asmat

By Tiffa News 5 days ago
Frits Tobo Wakasu Klarifikasi Polemik Video yang Beredar di Media Sosial
Papua Selatan Raih Penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026
MRP Papua Selatan Dorong Perdasus OAP untuk Perkuat Proteksi Hak Orang Asli
Malaria Masih Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Balita di Papua Selatan

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?