TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) guna mendukung kebutuhan pembangunan daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Papua Selatan dengan Akademi Yaleka Maro Merauke dan Politeknik Pertanian Yasanto Merauke.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Selasa (4/8/2026).
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, peningkatan kualitas SDM, khususnya di Tanah Papua, harus didukung sistem pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Perlu kita pahami bahwa peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi sumber daya manusia, khususnya di Tanah Papua, harus didukung oleh sistem pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” kata Apolo dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan tinggi di Indonesia mencakup pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.
Pendidikan akademik mencakup jenjang sarjana, magister, dan doktor yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara pendidikan vokasi menitikberatkan pada penguasaan keterampilan dan kompetensi kerja melalui jenjang seperti akademi, politeknik, hingga sarjana terapan.
Sedangkan pendidikan profesi merupakan pendidikan lanjutan yang bertujuan memberikan kompetensi dan pengakuan profesional untuk menjalankan profesi tertentu.
Menurut Apolo, pendidikan akademik memberikan landasan keilmuan, tetapi belum selalu cukup untuk seseorang menjalankan profesi tertentu.
“Untuk menjalankan profesi tertentu, seseorang harus menempuh pendidikan profesi dan memperoleh sertifikasi atau lisensi sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, lulusan sarjana kedokteran belum dapat menjalankan praktik sebagai dokter sebelum menyelesaikan pendidikan profesi dokter dan memperoleh izin praktik.
Hal serupa, lanjutnya, berlaku bagi lulusan bidang teknik yang perlu mengikuti pendidikan profesi keinsinyuran untuk memperoleh pengakuan profesional sesuai regulasi.
Apolo mengatakan, pemerintah terus memperkuat regulasi dan sistem pendidikan guna meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualifikasi SDM Indonesia.
“Pendidikan akademik saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja profesional. Diperlukan pendidikan profesi agar lulusan memiliki kompetensi yang diakui dan siap bekerja,” ujarnya.
Ia menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 4.778 perguruan tinggi yang terdiri dari akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.
Seluruh institusi pendidikan tersebut, kata Apolo, diharapkan mampu menghasilkan SDM yang kompeten sesuai bidang keahlian serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
“Melalui pengembangan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi secara seimbang, kita dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan,” katanya.
Dorong Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Gubernur menegaskan, pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, pembagian peran, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pembangunan Papua Selatan.
“Tantangannya bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang kita miliki,” ujarnya.
Apolo mengakui kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan sehingga pembangunan SDM harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan melibatkan berbagai pihak.
“Kita mungkin memiliki jumlah sumber daya manusia yang cukup, namun kemampuan anggaran pemerintah tentu memiliki keterbatasan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan SDM dapat berjalan lebih efektif.
“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing bangsa, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan negara,” tuturnya.
Ia berharap kerja sama yang dibangun melalui MoU tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di Papua Selatan.
“Marilah kita memperkuat kerja sama, membangun kemitraan, dan terus berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang besar, maju, modern, dan sejahtera,” pungkas Gubernur Apolo. (***)




