TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Pemprov Papua Selatan Gandeng Akademi Yaleka Maro dan Politeknik Yasanto Kembangkan SDM
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Pemprov Papua Selatan Gandeng Akademi Yaleka Maro dan Politeknik Yasanto Kembangkan SDM
BERITAPPS

Pemprov Papua Selatan Gandeng Akademi Yaleka Maro dan Politeknik Yasanto Kembangkan SDM

Last updated: 05/08/2026 - 09:43
By Tiffa News
Share
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Papua Selatan dengan Akademi Yaleka Maro Merauke dan Politeknik Pertanian Yasanto Merauke.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) guna mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Papua Selatan dengan Akademi Yaleka Maro Merauke dan Politeknik Pertanian Yasanto Merauke.

Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Selasa (4/8/2026).

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, peningkatan kualitas SDM, khususnya di Tanah Papua, harus didukung sistem pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Perlu kita pahami bahwa peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualifikasi sumber daya manusia, khususnya di Tanah Papua, harus didukung oleh sistem pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” kata Apolo dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan tinggi di Indonesia mencakup pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Pendidikan akademik mencakup jenjang sarjana, magister, dan doktor yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara pendidikan vokasi menitikberatkan pada penguasaan keterampilan dan kompetensi kerja melalui jenjang seperti akademi, politeknik, hingga sarjana terapan.

Trending Now:  Babinsa Koramil Sawaerma Bantu Petugas Kesehatan Gelar Imunisasi

Sedangkan pendidikan profesi merupakan pendidikan lanjutan yang bertujuan memberikan kompetensi dan pengakuan profesional untuk menjalankan profesi tertentu.

Menurut Apolo, pendidikan akademik memberikan landasan keilmuan, tetapi belum selalu cukup untuk seseorang menjalankan profesi tertentu.

“Untuk menjalankan profesi tertentu, seseorang harus menempuh pendidikan profesi dan memperoleh sertifikasi atau lisensi sesuai ketentuan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, lulusan sarjana kedokteran belum dapat menjalankan praktik sebagai dokter sebelum menyelesaikan pendidikan profesi dokter dan memperoleh izin praktik.

Hal serupa, lanjutnya, berlaku bagi lulusan bidang teknik yang perlu mengikuti pendidikan profesi keinsinyuran untuk memperoleh pengakuan profesional sesuai regulasi.

Apolo mengatakan, pemerintah terus memperkuat regulasi dan sistem pendidikan guna meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualifikasi SDM Indonesia.

“Pendidikan akademik saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja profesional. Diperlukan pendidikan profesi agar lulusan memiliki kompetensi yang diakui dan siap bekerja,” ujarnya.

Trending Now:  Bupati Aner Maiseni Apresiasi Pelaksanaan Paskah di Intan Jaya Berjalan Damai

Ia menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 4.778 perguruan tinggi yang terdiri dari akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Seluruh institusi pendidikan tersebut, kata Apolo, diharapkan mampu menghasilkan SDM yang kompeten sesuai bidang keahlian serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.

“Melalui pengembangan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi secara seimbang, kita dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan,” katanya.

Dorong Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Gubernur menegaskan, pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, pembagian peran, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pembangunan Papua Selatan.

“Tantangannya bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang kita miliki,” ujarnya.

Trending Now:  Pj Bupati Sarmi : Pulau Wakde Miliki Banyak Peninggalan Sejarah

Apolo mengakui kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan sehingga pembangunan SDM harus dilakukan secara bertahap, terencana, dan melibatkan berbagai pihak.

“Kita mungkin memiliki jumlah sumber daya manusia yang cukup, namun kemampuan anggaran pemerintah tentu memiliki keterbatasan,” katanya.

Karena itu, ia mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan SDM dapat berjalan lebih efektif.

“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing bangsa, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan negara,” tuturnya.

Ia berharap kerja sama yang dibangun melalui MoU tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas SDM di Papua Selatan.

“Marilah kita memperkuat kerja sama, membangun kemitraan, dan terus berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang besar, maju, modern, dan sejahtera,” pungkas Gubernur Apolo. (***)

You Might Also Like

Komisi XIII DPR RI dan Kanwil KemenHAM Papua Barat Perkuat Implementasi P5HAM di Kota Sorong

Momen Adik-Kakak Safanpo Alunkan Lagu “Gandong Ee”, Bentuk Persaudaraan Sejati

Diburu Sejak 2024, DPO Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Ditangkap di Sota

Papua Selatan Membangun, Asmat Semakin Terhubung

Tiffa News 05/08/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Komisi XIII DPR RI dan Kanwil KemenHAM Papua Barat Perkuat Implementasi P5HAM di Kota Sorong
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAHANKAMKAMTIBMAS

Kodaeral XI Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp1,35 Miliar di Merauke

By Tiffa News 6 days ago
Jalan Tembus dan Sumur Bor Dibangun, Warga Rawasari Sambut Gubernur Apolo
Jalan Kurik – Kumbe Capai 60 Persen, Target Rampung Desember
Empat RS di Papua Selatan Didampingi RSCM, Dinkes Dorong Peningkatan Mutu Layanan
SSH-2: KETIKA PENDIDIKAN MENENGAH HADIR DI KAMPUNG

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?