TIFFANEWS.CO.ID – Kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H., melakukan silaturahmi bersama owner RKD Coffee Merauke Jasman Tristanto untuk berkolaborasi tentang pengembangan Kopi Muting yang berasal dari Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang merupakan kawasan eks transmigrasi.
Dalam pertemuan tersebut berbagai aspek dibahas, mulai dari peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen, penguatan kelembagaan petani, hingga strategi pemasaran agar Kopi Muting mampu bersaing di pasar nasional.
lebih lanjut, Tunggak Santosa menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi memiliki potensi sumber daya yang besar untuk dikembangkan, termasuk sektor perkebunan kopi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan produk yang bernilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Jasman Tristanto menyampaikan bahwa RKD Coffee Merauke terus berkomitmen mendampingi para petani kopi di Distrik Muting agar mampu menghasilkan kopi berkualitas dengan identitas khas Papua Selatan.

“Potensi Kopi Muting sangat besar. Kami ingin kopi ini menjadi kebanggaan masyarakat Merauke sekaligus dikenal lebih luas sebagai salah satu kopi unggulan Indonesia,” ujar Jasman, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut juga membicarakan persiapan keikutsertaan Kopi Muting pada Festival Kopi yang akan digelar di Yogyakarta pada 22 Agustus 2026 Mendatang.
Festival Kopi itu diharapkan menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan Kopi Muting kepada pecinta kopi, pelaku industri, roaster, investor, dan masyarakat luas.
Kehadiran Kopi Muting di Festival Kopi diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang kerja sama bisnis, sekaligus memperkenalkan potensi kawasan eks transmigrasi di Distrik Muting sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia.
Kerja sama BBPPMT Yogyakarta dan RKD Coffee Merauke menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di Kampung Seed Agung serta wilayah sekitarnya melalui pengembangan komoditas kopi. (JW)




