TIFFANEWS.CO.ID – Sebanyak 80 mahasiswa mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Karya Dharma Merauke (STIA-KD). Kegiatan yang berlangsung 18- 22 Agustus 2026 itu menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memperoleh berbagai pembekalan sebagai bekal menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Dari jumlah tersebut, 70 orang merupakan mahasiswa baru, sedangkan 10 lainnya adalah mahasiswa tingkat atas yang sebelumnya belum mengikuti PKKMB.
Wakil Ketua I sekaligus dosen STIA-KD Merauke, Dr. Maria M. Reginaldis, S.Sos., M.Si., mengatakan PKKMB tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga bagian dari proses awal mahasiswa memahami sistem pendidikan dan berbagai layanan yang tersedia di STIA-KD.

Menurutnya, keikutsertaan dalam PKKMB juga menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikat yang merupakan bagian dari kelengkapan administrasi perkuliahan.
“Keikutsertaan dalam PKKMB menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikat sebagai bagian dari kelengkapan administrasi perkuliahan,” jelas Maria
Selama pelaksanaan PKKMB, mahasiswa menerima materi mengenai sistem pendidikan di STIA-KD serta visi dan misi lembaga yang disampaikan pimpinan kampus.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai unit pelayanan, mulai dari Badan Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAK), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium, Unit Penjaminan Mutu, bidang kemahasiswaan hingga bagian umum.
Pembekalan tidak hanya berasal dari lingkungan kampus. Polres Merauke turut memberikan materi mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba, sementara pihak Korem memberikan wawasan tentang bela negara.
Pada hari terakhir, mahasiswa mendapatkan sosialisasi mengenai HIV/AIDS dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan atau tes darah bagi peserta.
Maria menjelaskan, mahasiswa reguler yang mengikuti perkuliahan pada pagi hari masih menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak pada tahun ini. Untuk menyesuaikan dengan jumlah peserta, STIA-KD membentuk tiga kelas, dengan dua kelas khusus untuk mahasiswa reguler yang mengikuti perkuliahan pagi.
Ia berharap mahasiswa mampu mengikuti strategi pembelajaran yang telah disiapkan kampus sehingga dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 3,5 tahun.
“Harapan kami mereka bisa mengikuti strategi-strategi yang sudah kami jalankan sehingga dapat selesai dalam 3,5 tahun. Ini juga berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga karena salah satu indikatornya adalah lulusan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Waket I juga meminta mahasiswa menjaga semangat, kekompakan dan komitmen yang telah dibangun sejak awal pelaksanaan PKKMB.
Ia menegaskan, STIA-KD tidak hanya mengarahkan mahasiswa untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau birokrat. Berdasarkan profil lulusan Program Studi Administrasi Publik, mahasiswa juga memiliki peluang untuk mengembangkan karier di sektor swasta, menjadi pekerja sosial, dosen maupun tenaga kependidikan.
“Kami memberikan wadah dan menyiapkan mereka melalui unit layanan serta kurikulum. Harapan kami mereka dapat berkembang sesuai dengan profil lulusan dan menyelesaikan pendidikan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB, Maximiliana Dasmedase, S.Sos., M.AP., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan program kerja dan kebijakan STIA-KD Merauke sebagai upaya memberikan pembekalan awal kepada mahasiswa.

PKKMB tahun ini mengusung tema “Dari Kampus untuk Negeri, Mencetak Pemimpin Bangsa di Masa Depan.”
Menurutnya, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu mahasiswa mengenal lingkungan perguruan tinggi, memahami sistem pendidikan dan tata tertib kampus, sekaligus menanamkan nilai integritas, kedisiplinan dan etika.
Selain itu, PKKMB menjadi ruang untuk memperkenalkan organisasi serta kegiatan kemahasiswaan dan membangun kebersamaan serta solidaritas di antara mahasiswa.
Maximiliana menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan pimpinan STIA-KD, dosen, tenaga kependidikan, panitia, dan seluruh peserta.
Dengan berakhirnya PKKMB, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pengenalan lingkungan kampus, tetapi mampu menerapkan nilai kedisiplinan, integritas dan kebersamaan dalam perjalanan akademik mereka hingga menyelesaikan pendidikan dengan baik. (JW)




