TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: Gubernur Sebut Papua Selatan Paling Potensial Terjadi Karhutla, BPHL Diminta Perkuat Pemantauan
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > Gubernur Sebut Papua Selatan Paling Potensial Terjadi Karhutla, BPHL Diminta Perkuat Pemantauan
BERITAPPS

Gubernur Sebut Papua Selatan Paling Potensial Terjadi Karhutla, BPHL Diminta Perkuat Pemantauan

Last updated: 07/09/2026 - 18:47
By Tiffa News
Share
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo saat menerima audiensi Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XVII Jayapura, Plaghelmo Seran, di Kota Jayapura.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., IPM., menyebut Papua Selatan sebagai wilayah yang paling potensial mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Apolo Safanpo saat menerima audiensi Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XVII Jayapura, Plaghelmo Seran, di Kota Jayapura, Minggu (6/9/2026).

Menurut Gubernur, kondisi musim kering yang ekstrem di Papua Selatan membuat potensi terjadinya kebakaran hutan menjadi sangat besar sehingga membutuhkan pemantauan dan kesiapsiagaan yang lebih kuat.

“Wilayah yang paling potensial terjadinya kebakaran hutan di Tanah Papua adalah Provinsi Papua Selatan,” kata Gubernur Apolo Safanpo.

Apolo menilai keberadaan BPHL Wilayah XVII Jayapura sangat strategis dalam menghadapi persoalan tersebut karena memiliki wilayah operasional yang mencakup empat provinsi di Tanah Papua, yakni Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

“BPHL Wilayah XVII Jayapura yang memiliki wilayah operasional di empat provinsi yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah sangat tepat untuk memantau potensi kebakaran hutan di Papua Selatan,” katanya.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara BPHL dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan dapat semakin diperkuat, khususnya dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

Trending Now:  Pj Bupati Intan Jaya Hadiri Langsung Rakor Penjabat Kepala Daerah di Istana Negara

“Kita harus mengakui musim kering di Papua Selatan sangatlah ekstrem sehingga potensi kebakaran pun sangat besar,” ujarnya.

Ancaman tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan laporan situasi taktis BPHL Wilayah XVII periode Januari hingga Agustus 2026, terjadi peningkatan luas area terbakar yang cukup signifikan di Papua Selatan pada Agustus 2026.

Laporan tersebut mencatat area terbakar pada kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) Papua Selatan mendekati 14.000 hektare pada periode Agustus.

Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan dini kekeringan meteorologis dari BMKG pada dasarian II Agustus 2026.

Dampak kondisi kering juga terpantau pada penurunan debit air bersih di Kabupaten Asmat.

BPHL Wilayah XVII melihat Karhutla tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas manusia dan karakteristik wilayah.

Pembukaan lahan dengan cara membakar serta penggunaan api dalam aktivitas berburu menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan.

Karena itu, pengendalian Karhutla perlu dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi melalui deteksi dini, patroli, pemantauan kondisi lapangan, edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan personel.

BPHL Wilayah XVII menjalankan sejumlah langkah mitigasi melalui deteksi dan patroli menggunakan sistem Sipongi, pengerahan pasukan pemadam kebakaran taktis di areal konsesi, pemasangan rambu peringatan di zona rawan serta sosialisasi dan bimbingan teknis.

Trending Now:  Pasar Malam dan Panggung Hiburan Meriahkan HUT Ke -78 RI di Merauke Resmi Ditutup

Ketika terjadi kebakaran, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur terkait, termasuk Manggala Agni dan PBPH.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas juga melakukan pendinginan atau mopping up untuk memastikan tidak terdapat bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

Upaya lanjutan juga dilakukan melalui pembuatan sekat bakar manual dan sterilisasi sumber air di sekitar lokasi terdampak.

Laporan BPHL Wilayah XVII turut menunjukkan konsentrasi hotspot pada sejumlah areal PBPH selama Agustus 2026.

PT Selaras Inti Semesta tercatat memiliki 672 hotspot, terdiri dari 608 titik kategori medium dan 10 titik kategori high.

PT Wanamulia Sukses Sejati Unit I dan II tercatat sebanyak 129 hotspot, sementara PT Damai Setiatama Timber sebanyak 107 hotspot.

BPHL juga mencatat adanya upaya pencegahan dan pemadaman yang dilakukan oleh sejumlah PBPH di wilayah terdampak.

Selain mengandalkan pemerintah dan PBPH, masyarakat juga menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian Karhutla.

BPHL Wilayah XVII telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk dua kelompok di Papua Selatan, yakni MPA Kampung Kamnosari dan MPA Kampung Tambat.

Trending Now:  Pekerja dan Warga Rayakan Idul Adha Perdana di Ibu Kota Nusantara

Keberadaan kelompok masyarakat tersebut penting karena masyarakat berada paling dekat dengan wilayah rawan dan dapat menjadi bagian dari sistem deteksi serta pelaporan awal ketika terjadi kebakaran.

Menurut Apolo, upaya menjaga hutan Papua Selatan membutuhkan kerja sama semua pihak dan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

Karena itu, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan BPHL Wilayah XVII akan terus diperkuat.

Gubernur Apolo berjanji akan lebih banyak berkomunikasi dengan BPHL Wilayah XVII Jayapura sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan di Papua Selatan.

“Saya akan lebih banyak berkomunikasi dengan BPHL Wilayah XVII Jayapura demi semakin lestarinya hutan di Papua Selatan,” kata Apolo.

Sementara Kepala BPHL Wilayah XVII Jayapura Plaghelmo Seran terus mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, KPH, PBPH, masyarakat dan unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Bagi Papua Selatan, pengendalian Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menyangkut bagaimana sistem pencegahan, pemantauan, pelaporan dan respons dapat berjalan secara cepat dan terpadu.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan, mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi serta menjaga fungsi ekologis hutan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Papua Selatan. (RON)

You Might Also Like

Gubernur Papua Selatan Bahas Penguatan Tata Kelola Hutan Bersama BPHL

Tangkapan Mentah Jadi Produk Bernilai Tambah, Tim Ekspedisi Patriot Gagas Pemberdayaan Ekonomi OAP

Nelson Apresiasi Pekerjaan Gereja, Dinilai Turut Topang Pembangunan Papua Selatan

Kopi Senja, Gubernur Papua Selatan Ajak Jaga Persatuan

Tiffa News 07/09/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Gubernur Papua Selatan Bahas Penguatan Tata Kelola Hutan Bersama BPHL
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAHANKAMPPS

1,49 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Apolo Safanpo Minta Pengawasan Rantai Distribusi Diperketat

By Tiffa News 4 days ago
Dua Pelaku 1,4 Juta Rokok Ilegal Tak Diproses sebagai Tersangka, Ini Penjelasan Bea Cukai Merauke
Pangkoarmada RI Musnahkan 1,49 Juta Batang Rokok Ilegal di Papua Selatan
Tim Ekspedisi Patriot IPB University Kolaborasi dengan Yonif TP 801 Merauke, Perkuat SDM Unggul di Transmigrasi Salor
Ukir Sejarah Baru, Icha Kogoya Resmi Pimpin HMKT Merauke Periode 2026–2028

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?