TIFFANEWS.CO.ID – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyerahkan hibah dermaga beserta terminal penyeberangan Ewer-Agats kepada Pemerintah Kabupaten Asmat, Jumat (31/7/2026).
Penyerahan fasilitas transportasi tersebut berlangsung di Ewer, Kabupaten Asmat, tepatnya di Kali Aswet yang menjadi salah satu akses masuk melalui Jalan KAMSA menuju Lapangan Terbang Ewer.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo berharap keberadaan dermaga dan terminal penyeberangan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menunjang aktivitas perekonomian di Kabupaten Asmat.
Apolo menjelaskan, pembangunan dermaga dan terminal penyeberangan tersebut telah melalui proses perencanaan sejak beberapa tahun sebelumnya. Perencanaan dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi antara Ewer dan Agats.
“Ada dua perencanaan yang kita lakukan, satu di sini, satunya lagi di Agats, yakni dermaga kapal feri,” kata Apolo.


Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan fasilitas tersebut telah dimulai sejak 2023 dan dilanjutkan pada 2024 hingga pembangunan fisik dilaksanakan pada 2025.
Menurut Apolo, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Asmat terus dilanjutkan. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga tengah membangun jembatan beton di Distrik Jetsy dan Distrik Joerat.
Selain sektor infrastruktur, pembangunan juga dilakukan melalui berbagai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.
Apolo menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan pemerintah kabupaten dalam mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat, baik di tingkat kabupaten, distrik maupun kampung.
“Lalu kita bagi tugas. Nantinya pemerintah kabupaten mengambil bagian di wilayah mana, pemerintah provinsi di wilayah mana,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian peran tersebut penting agar pembangunan sarana dan prasarana, infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Ia mengatakan, percepatan pembangunan di Papua merupakan salah satu tujuan dari kebijakan pemekaran daerah. Dengan hadirnya Provinsi Papua Selatan sebagai daerah otonom baru, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita harap setelah satu tahun memasuki provinsi definitif, kita masih punya empat tahun ke depan,” kata Apolo.
Apolo menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan terus berkontribusi bersama empat kabupaten dalam cakupan wilayah Papua Selatan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana wilayah, pembangunan infrastruktur serta pengembangan sumber daya manusia.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dapat terus diperkuat sehingga pembangunan di empat kabupaten di Papua Selatan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (***)




