TIFFANEWS.CO.ID – DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Papua Selatan mengirim delegasi untuk mengikuti kegiatan pertukaran pemuda dan pengembangan jejaring kewirausahaan di China pada 24–28 Agustus 2026.
Ketua DPD GAMKI Papua Selatan, Jimmy Lamarubun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program DPP GAMKI yang melibatkan perwakilan dari sejumlah DPD GAMKI di Indonesia, khususnya dalam bidang kewirausahaan.
Menurut Jimmy, kesempatan tersebut menjadi momentum bagi GAMKI Papua Selatan untuk memperluas jaringan, mengenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di China.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk kita pemuda, khususnya pemuda di seluruh Indonesia. Kita bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari daerah lain maupun yang ada di China,” kata Jimmy.
Ia menyebut, selama berada di China, delegasi akan mengikuti sejumlah agenda, termasuk kunjungan ke perusahaan dan pengenalan budaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi bagi Papua Selatan.
Jimmy mengatakan, keikutsertaan GAMKI Papua Selatan dalam program tersebut juga menjadi bagian dari upaya organisasi untuk terus berkembang meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan, DPD GAMKI Papua Selatan baru terbentuk pada 2023 dan kemudian menjadi definitif pada Desember 2025. Menurutnya, kepercayaan DPP GAMKI memberikan kesempatan kepada Papua Selatan untuk mengikuti program nasional menjadi bentuk perhatian terhadap organisasi di daerah.
“Ini program pusat. Sebelumnya juga ada Pendidikan Kaderisasi Tingkat Dasar yang melibatkan seluruh Indonesia. Saya bersyukur DPP GAMKI Pusat membuat kami semakin maju,” ujarnya.
Untuk pembiayaan, Jimmy menjelaskan panitia kegiatan akan menanggung akomodasi serta konsumsi selama delegasi berada di China. Sementara biaya perjalanan dari Merauke menuju Jakarta hingga Jakarta-China pulang-pergi ditanggung secara swadaya oleh peserta.
Terkait dukungan pemerintah daerah, Jimmy mengatakan hingga kini belum ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk biaya transportasi delegasi.
“Kami berharap pemerintah provinsi bisa melihat hal itu untuk pengurus DPD GAMKI. Kami juga ingin organisasi kepemudaan bisa mandiri,” katanya.
Sementara itu, salah satu delegasi DPD GAMKI Papua Selatan, Ketua Bidang Kewirausahaan Katarina Yaas, mengatakan dirinya bersyukur mendapat kesempatan mewakili Papua Selatan dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, dari 33 provinsi yang memiliki GAMKI, terdapat 18 peserta yang akhirnya mengikuti kegiatan ke China. Jumlah tersebut lebih banyak dari kuota awal yang hanya 10 peserta karena tingginya respons dari GAMKI di berbagai daerah.
Katarina mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran pemuda, tetapi juga kesempatan membangun jaringan kewirausahaan.
“Kesempatan ini adalah pertukaran pemuda, tetapi juga membangun network atau jaringan kepemudaan di Indonesia dalam bidang wirausaha,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda perlu terus berinovasi dan kreatif untuk membangun jaringan serta memperluas peluang usaha. Salah satu peluang yang akan dimanfaatkan adalah memperkenalkan potensi Papua Selatan kepada pihak-pihak yang ditemui selama kegiatan di China.
“Tujuan saya ke China adalah bagaimana mengeksplorasi apa yang menjadi peluang kita di Papua Selatan sehingga orang bisa mengenal Papua Selatan,” katanya.
Katarina menyebut sejumlah potensi Papua Selatan yang akan diperkenalkan, di antaranya kopi dan gaharu. Selain itu, perkembangan investasi dan program strategis nasional di Papua Selatan juga dinilai dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk mengambil bagian melalui sektor kewirausahaan.
Ia menegaskan, organisasi kepemudaan tidak hanya harus berada pada posisi merespons kebijakan, tetapi juga perlu mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi pelaku usaha.
“Kita harus bisa masuk di dalam lini sektor itu. Organisasi juga bisa menciptakan agen-agen wirausaha ke depan,” ujarnya.
Katarina berharap Pemerintah Provinsi Papua Selatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap organisasi kepemudaan sehingga berbagai potensi dan kreativitas pemuda dapat dikembangkan.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting sebagai generasi penerus dalam pembangunan daerah.
“Kebijakan negara banyak dari sana, tetapi kalau pemudanya tidak bergerak, mau harap siapa menjadi tongkat estafet kita ke depan,” katanya (JW).




