TIFFANEWS.CO.ID – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengungkapkan tekanan fiskal yang dihadapi daerahnya di tengah penurunan alokasi anggaran dalam audiensi bersama Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Senin (13/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Apolo memaparkan bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Papua Selatan terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, Papua Selatan menerima anggaran sebesar Rp1,7 triliun, kemudian turun menjadi Rp1,2 triliun pada 2025.
“Jadi, di tahun lalu kita sudah kesulitan menjalankan program fisik dan non fisik dari tahun sebelumnya,” kata Gubernur disela-sela audiensi dengan DJPK Kementerian Keuangan.
Ia menjelaskan, di 2026 diefisiensi lagi senilai Rp500 miliar sehingga total ABPN menjadi Rp700 miliar saja. Sebelumnya, tahun 2024 pembangunan di wilayah Provinsi Papua Selatan sudah memberikan hasil yang baik sehingga harapannya dapat terus dilanjutkan.


Selain menyoroti penurunan anggaran, Apolo juga menyinggung komitmen pemerintah pusat terkait rencana kenaikan dana otonomi khusus (otsus) yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama kepala daerah Papua pada Desember 2025.
Menurutnya, kepastian terkait alokasi dana otsus per provinsi menjadi hal penting agar pemerintah daerah dapat menyusun perencanaan program secara lebih terarah dan efektif.
”Bapak dirjen, apakah kami bisa mendapatkan alokasi dari setiap provinsi sehingga kami dapat membuat rincian terkait penggunaannya?” tanya Gubernur Apolo disela-sela pertemuan.
Apolo berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan dapat segera memberikan kejelasan terkait distribusi dana otsus, sehingga program pembangunan di Papua Selatan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (***)




