TIFFA NEWSTIFFA NEWS
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Search
Reading: 80 Petani Dorong Hilirisasi Kopi Muting, Potensi Besar Jangan Hanya Jadi Wacana
Share
TIFFA NEWSTIFFA NEWS
Search
  • HOME
  • BERITA
  • OLAHRAGA
  • KAMTIBMAS
  • POLITIK
  • PPS
  • NUSANTARA
  • GALERI
  • OPINI
  • OTHERS
    • PUSTAKA
    • BUDAYA
    • EKONOMI
    • HANKAM
    • HAM
    • JEJAK
    • GAYA HIDUP
    • INTAN JAYA
    • SOSOK
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 RAKA for Tiffa Company. All Rights Reserved.
TIFFA NEWS > News > BERITA > 80 Petani Dorong Hilirisasi Kopi Muting, Potensi Besar Jangan Hanya Jadi Wacana
BERITA

80 Petani Dorong Hilirisasi Kopi Muting, Potensi Besar Jangan Hanya Jadi Wacana

Last updated: 08/09/2026 - 14:05
By Tiffa News
Share
Jasman Tristanto, Kanit Bintibsos sekaligus penggiat Kopi Muting, saat memaparkan materi.
SHARE

TIFFANEWS.CO.ID – Kopi Muting mulai diarahkan untuk naik kelas. Bukan lagi sekadar komoditas yang berhenti di tingkat kebun, tetapi didorong masuk ke rantai usaha yang lebih panjang melalui pengolahan, penguatan kelembagaan hingga pemasaran.

Arah tersebut mulai dirumuskan melalui Focus Group Discussion (FGD) Perancangan Model Bisnis dan Peta Jalan Hilirisasi Kopi Muting yang digelar di Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Minggu (6/9/2026).

Sebanyak 80 petani dari empat kelompok tani terlibat dalam forum yang digelar Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi tersebut. Tim ini melibatkan dosen dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Forum tersebut menjadi ruang untuk membicarakan masa depan Kopi Muting dari sisi yang lebih luas. Tidak hanya soal budidaya dan produksi, tetapi bagaimana hasil kebun petani dapat diolah, dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki akses pasar yang lebih baik.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM Kopi Muting, Moh. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D., bersama Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM Green Economy, Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tiga narasumber juga dihadirkan, yakni Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si., Dosen Teknologi Industri Pertanian UGM; Dr. Jefri Sembiring, S.P., M.Si., Plt. Kepala Jurusan Agroteknologi Universitas Musamus; dan Kepala Unit Pembinaan Ketertiban Sosial (Kanit Bintibson) Polres Merauke, Aiptu Jasman Tristanto, S.Sos., sekaligus penggiat Kopi Muting.

Trending Now:  Pemprov Papua Selatan Gelar Rapat Forum Perangkat Daerah Susun RKPD 2027

Pembahasan kemudian diarahkan pada sejumlah mata rantai yang selama ini menentukan nilai sebuah komoditas pertanian, mulai dari hasil panen, pascapanen, pengolahan, kelembagaan petani hingga pemasaran.

Bagi petani Muting, pembahasan ini menjadi penting. Sebab, nilai ekonomi kopi tidak hanya ditentukan dari berapa banyak hasil yang keluar dari kebun, tetapi juga sejauh mana komoditas tersebut dapat diolah dan memperoleh nilai tambah sebelum sampai ke konsumen.

Karena itu, suara petani menjadi bagian penting dalam proses penyusunan model bisnis. Kondisi lapangan, kemampuan produksi, kebutuhan, kendala serta pengalaman petani menjadi bahan yang perlu diperhitungkan agar peta jalan yang disusun tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Wahyudin mengatakan pemetaan hilirisasi dilakukan untuk melihat potensi Kopi Muting secara utuh.

“Pemetaan hilirisasi Kopi Muting ini menjadi langkah penting untuk melihat potensi kopi secara utuh, mulai dari kondisi di tingkat petani, proses produksi, kualitas dan kapasitas hasil, hingga peluang pengolahan dan pemasaran,” katanya.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UGM Kopi Muting, Moh. Wahyudin, saat memberikan materi kepada 80 petani kopi.

Ia menegaskan Kopi Muting diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

Trending Now:  HUT ke-81 RI, Ketua Pemuda Katolik Merauke Dorong Investasi SDM Menuju Indonesia Emas

“Kami ingin memastikan bahwa Kopi Muting tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Distrik Muting,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, pemetaan juga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani secara lebih konkret.

“Hasil pemetaan tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menyusun model bisnis dan peta jalan hilirisasi yang realistis, berkelanjutan, serta dapat melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun perguruan tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, penggiat Kopi Muting, Aiptu Jasman Tristanto, menyambut positif forum tersebut. Baginya, perhatian dari Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini berupaya memperkenalkan potensi Kopi Muting.

“Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi masyarakat dan para petani Kopi Muting. Setelah sekian lama kami berupaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi Kopi Muting, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi memberikan harapan baru bahwa Kopi Muting mulai mendapat perhatian pada tingkat pemerintah pusat,” katanya.

Namun, Jasman mengingatkan bahwa hilirisasi tidak boleh hanya dipahami sebagai proses mengubah biji kopi menjadi produk olahan.

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah memastikan petani berada di dalam mata rantai tersebut dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Trending Now:  Danrem 172/PWY Temui Pj Bupati Jayapura Bahas Pengaktifan Rumah Pengolahan Sagu

“Bagi kami, hilirisasi bukan hanya berbicara tentang bagaimana kopi diolah menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi bagaimana petani menjadi bagian utama dari proses tersebut dan mendapatkan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Ia berharap penyusunan peta jalan tersebut benar-benar berlanjut ke program nyata.

Mulai dari penguatan kapasitas petani, peningkatan kualitas produksi, pengolahan, kelembagaan hingga membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kami berharap hasil pemetaan dan penyusunan peta jalan ini benar-benar dapat diwujudkan dalam program nyata,” katanya.

Jasman menegaskan masyarakat Muting siap mendukung setiap upaya yang diarahkan untuk mengembangkan Kopi Muting.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai potensi besar yang dimiliki Muting kembali berhenti sebagai wacana. Masyarakat sudah menunggu, dan sekarang saatnya potensi itu mendapat sentuhan nyata melalui kerja bersama,” pungkasnya.

FGD di Kampung Seed Agung menjadi salah satu tahapan awal untuk menyusun model bisnis dan peta jalan hilirisasi Kopi Muting. Dengan melibatkan petani, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan kopi Muting mulai diarahkan dari sekadar komoditas perkebunan menuju ekosistem usaha yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat. (JW)

You Might Also Like

Dari Hutan ke Ekonomi, BPHL Dorong Pengelolaan Hutan Papua Selatan Lebih Terukur

Datangi Rumah Duka Korban Dugaan Kekerasan, Kapolres Merauke: Tak Akan Lindungi Anggota yang Bersalah

Gubernur Sebut Papua Selatan Paling Potensial Terjadi Karhutla, BPHL Diminta Perkuat Pemantauan

Gubernur Papua Selatan Bahas Penguatan Tata Kelola Hutan Bersama BPHL

Tiffa News 08/09/2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dari Hutan ke Ekonomi, BPHL Dorong Pengelolaan Hutan Papua Selatan Lebih Terukur
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
Facebook Like
Twitter Follow
Youtube Subscribe
Telegram Follow
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
newsletter featurednewsletter featured

Weekly Newsletter

Kirim Email Anda agar bisa kami infokan berita pilihan terpopuler

Popular News
BERITAHANKAMPPS

1,49 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Apolo Safanpo Minta Pengawasan Rantai Distribusi Diperketat

By Tiffa News 5 days ago
Dua Pelaku 1,4 Juta Rokok Ilegal Tak Diproses sebagai Tersangka, Ini Penjelasan Bea Cukai Merauke
Pangkoarmada RI Musnahkan 1,49 Juta Batang Rokok Ilegal di Papua Selatan
Tim Ekspedisi Patriot IPB University Kolaborasi dengan Yonif TP 801 Merauke, Perkuat SDM Unggul di Transmigrasi Salor
Ukir Sejarah Baru, Icha Kogoya Resmi Pimpin HMKT Merauke Periode 2026–2028

SUARNEWS.COM

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

  • BERITA
  • PON XX 2021
  • GALERI
  • KAMTIBMAS
  • NUSANTARA
  • PUSTAKA
  • GAYA HIDUP
  • JEJAK
  • SUARNEWS
  • INTAN JAYA
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Find Us on Socials

© TIFFANews Network. RAKA GENDIS.id Company. All Rights Reserved. Suar News

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?