TIFFANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan resmi menjalin kemitraan dengan Universitas Indonesia (UI) dalam rangka penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan.
Kesepakatan kerja sama tersebut mencakup pengembangan program pendidikan jenjang sarjana (S1) hingga magister (S2). Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat A1 Lantai 2 Kampus UI Depok, Kamis (16/4/2026).
Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik UI, Mahmud Sudibandriyo.
Dalam sambutannya, Apolo menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika UI atas kesempatan kerja sama yang diberikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Papua Selatan.
Ia menjelaskan bahwa Papua Selatan merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, dengan ibu kota berada di Kabupaten Merauke. Provinsi ini terdiri dari empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, dengan jumlah penduduk sekitar 580 ribu jiwa.
Menurutnya, meskipun di Tanah Papua telah terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Papua (Unipa), Universitas Cenderawasih (Uncen), dan Universitas Musamus (Unmus), namun penguatan dan pengembangan masih sangat dibutuhkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi besar di Indonesia.

“Kami berharap ke depan UI dapat membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Papua Selatan, tidak hanya pada jenjang magister, tetapi juga sarjana di berbagai bidang studi,” ujar Apolo.
Ia juga mengharapkan adanya afirmasi khusus bagi putra-putri Papua Selatan agar dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih merata dan mampu bersaing secara nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UI, Mahmud Sudibandriyo, menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari kolaborasi antara UI dan Kementerian Transmigrasi melalui program Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot.
Melalui program tersebut, mahasiswa—khususnya jenjang magister—tidak hanya melanjutkan pendidikan di UI, tetapi juga menjalani proses pembelajaran langsung di daerah, termasuk di Papua Selatan.

“Ke depan, kerja sama ini akan terus dikembangkan tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga riset serta pengabdian kepada masyarakat secara nyata,” kata Mahmud.
Ia menambahkan, UI juga memiliki program beasiswa seperti Bakti Asa UI yang memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk mengenyam pendidikan di UI.
Menurutnya, saat ini komposisi mahasiswa UI masih didominasi dari wilayah Indonesia bagian barat. Namun ke depan, UI berkomitmen untuk memastikan keterwakilan mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua Selatan.
“Semoga kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program teknis sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM dan mendorong percepatan pembangunan di Papua Selatan, khususnya di sektor pendidikan. (***)




