TIFFANEWS.CO.ID – SMP Negeri 2 Merauke menargetkan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional setelah melalui berbagai tahapan pembinaan dan penilaian secara berjenjang. Ketua Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 2 Merauke, Titik Budik Ningsih, S.Pd., mengatakan pihak sekolah terus mempersiapkan seluruh persyaratan sesuai indikator yang ditetapkan dalam Program Adiwiyata.
Menurutnya, Sekolah Adiwiyata Nasional merupakan sekolah yang telah lolos penilaian mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga diusulkan mengikuti penilaian tingkat nasional.
“Program Adiwiyata bertujuan menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan sehingga seluruh warga sekolah memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya kepada TIFFANEWS.CO.ID pada Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, penilaian Adiwiyata berfokus pada lima aspek utama, yakni sanitasi, keanekaragaman hayati, konservasi air, konservasi energi, dan pengelolaan sampah. Kelima aspek tersebut kemudian dijabarkan ke dalam 24 indikator penilaian yang harus didukung dengan dokumen serta bukti pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Pada aspek konservasi air, misalnya, sekolah dinilai dari upaya penghematan penggunaan air. Sementara pada konservasi energi, penilaian dilakukan terhadap penggunaan energi secara efisien sesuai kebutuhan. Adapun pada aspek sanitasi, tim penilai melihat ketersediaan sistem drainase yang berfungsi dengan baik sehingga mampu mengalirkan air sebagaimana mestinya.
“Pada prinsipnya, sekolah yang memperoleh predikat Adiwiyata adalah sekolah yang benar-benar telah menerapkan kelima aspek tersebut secara konsisten dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, serta ramah lingkungan,” katanya.
Titik menambahkan, setiap jenjang penghargaan memiliki batas nilai yang harus dipenuhi. Untuk Adiwiyata Kabupaten/Kota, sekolah harus memperoleh skor minimal 80, Adiwiyata Provinsi minimal 90, sedangkan Adiwiyata Nasional minimal 91.
Ia menjelaskan, perbedaan setiap jenjang penghargaan terletak pada tim penilai dan cakupan penilaiannya. Pada tingkat kabupaten, penilaian dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. Setelah memenuhi persyaratan, sekolah diusulkan ke tingkat provinsi, kemudian pemerintah daerah mengajukan sekolah yang memenuhi syarat untuk mengikuti penilaian tingkat nasional.
Lebih lanjut, ia mengatakan sekolah yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Nasional masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yakni Sekolah Adiwiyata Mandiri, sebelum menuju pengakuan di tingkat internasional.
Menurutnya, Program Adiwiyata juga mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Merauke dalam mewujudkan Kota Adipura karena keberadaan sekolah-sekolah Adiwiyata menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Titik berharap seluruh warga sekolah terus menjaga komitmen dalam menerapkan budaya peduli lingkungan agar target meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dapat terwujud.
“Kami berharap SMP Negeri 2 Merauke dapat lolos menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. Kami akan terus melengkapi seluruh persyaratan, meningkatkan budaya peduli lingkungan, dan melibatkan seluruh warga sekolah agar cita-cita tersebut dapat tercapai,” tutupnya. (JW)




