TIFFANEWS.CO.ID – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Selatan sukses menyelenggarakan tiga agenda besar, yakni Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) pada Senin (18/5/2026), serta Forum Business Daerah (Forbisda) yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Dalam agenda Forbisda, hadir Ketua Umum HIPMI Papua Tengah, Sekretaris Umum HIPMI Gorontalo, serta salah satu calon Ketua Umum BPP HIPMI, Afifuddin Suhaeli Kalla, yang juga menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.
Ketua Panitia, Dian Saputra Rusli Wardus, mengatakan Forbisda menjadi momentum penting bagi HIPMI Papua Selatan dalam menghadirkan ruang kolaborasi dan pertukaran informasi bisnis antara pemerintah, investor, UMKM, dan pelaku usaha.
“Forbisda merupakan momentum penting bagi HIPMI Papua Selatan untuk menghadirkan ruang kolaborasi antara pemerintah, investor, UMKM, dan pengusaha besar,” ujarnya.
Menurut Dian, Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru yang disahkan pada 11 November 2022 memiliki berbagai potensi strategis yang dapat dikembangkan di berbagai sektor usaha karena letaknya yang berada di kawasan timur Indonesia.
“Potensi besar yang dapat dikembangkan di Papua Selatan meliputi sektor perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata, logistik, hingga ekonomi kreatif,” katanya.
Ia menambahkan, melalui Forbisda, HIPMI Papua Selatan ingin mendorong lahirnya ide-ide besar, jaringan usaha yang produktif, serta peluang investasi yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat bersama seluruh elemen pembangunan di daerah.
Dalam kegiatan Forbisda tahun ini, HIPMI Papua Selatan mengangkat tema “Dari Papua Selatan, Cahaya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.” Tema tersebut disebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi semangat dan harapan besar terhadap masa depan pembangunan ekonomi daerah.
“Kami percaya bahwa dari Papua Selatan akan lahir energi-energi baru serta pengusaha-pengusaha muda yang tumbuh bersama HIPMI,” tambahnya.
Menutup laporannya, Dian menyampaikan bahwa Forbisda turut membahas berbagai isu strategis, mulai dari permodalan usaha, perizinan, jaminan pelaksanaan proyek, hingga peluang bisnis di Papua Selatan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan kerja nyata yang berdampak positif, baik bagi internal pengurus HIPMI maupun masyarakat Papua Selatan secara umum. (Djo)




